2 Jan 2007

Object Oriented: Sudut pandangku

Object oriented (OO) atau terjemahannya berarahan objek (Anda dipersilakan menggunakan apa saja yang disukai) adalah sebuah istilah yang baru saya kenal dan belum diajarkan ketika saya kuliah sekitar awal tahun 1990-an. Walaupun di dunia, OO sudah dikenal jauh sebelum itu, pada matakuliah-matakuliah yang diajarkan di kampus masih sedikit yang menyinggungnya. Bahkan pada kuliah pemrograman, hanya ada pemrograman prosedural dan non-prosedural (fungsional, deklaratif, dll).

Saat ini OO di Indonesia sudah meluas baik di kalangan akademisi maupun praktisi.
Tapi saya masih menemukan kesalahpahaman orang tentang OO. Ada yang mengakatan “Apa gunanya memakai OO kalau masih bisa dengan yang dulu (dekomposisi fungsional atau metode terstruktur)?”, “OO dipakai biar perangkat lunak/tesis/tugas akhir/skripsi kelihatan wah!” atau “OO hanya teori, ketika implementasi pakai metode terstruktur”. Beberapa ungkapan bahkan berasal dari kalangan akademisi yang seharusnya memahami “sesuatu” di belakang/makna (beyond) dari ungkapan tersebut.

Tulisan ini dibuat untuk mencoba menjelaskan beberapa hal menyangkut OO sepanjang pegetahuan penulis. Komentar, tanggapan dan koreksi silakan ajukan ke penulis di
bawah ini. Tulisan ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
  • Paradigma OO
  • Terminologi dalam OO
  • OO dalam siklus hidup perangkat lunak
  • Isu-isu terkait dengan OO
  • Simpulan
  • Langkah selanjutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar