15 Feb 2007

‘Mengamankan’ Kode dengan Obfuscator, perlukah?


Perlukah melindungi kode perangkat lunak yang kita buat dari jamahan pihak lain?
Beragam pendapat akan terlontar untuk membahas masalah ini. Satu pendapat mungkin mengatakan perlu, karena itu adalah kekayaan intelektual dan kita berhak melindunginya.
Dan bagi vendor/pengembang perangkat lunak yang telah menginvestasikan biaya, tenaga dan pikiran untuk membuat kode tersebut tidak rela kode yang dibuatnya dijamah (dibaca) oleh orang lain.


Pendapat lain mengatakan tidak perlu, mereka berargumen kode hanyalah hasil dari sebuah proses pengembangan perangkat lunak dan nilai terbesar dari keduanya adalah proses. Orang yang membaca kode program tidak mengalami proses yang sama  dengan yang membuat kode asal, sehingga kode hanyalah cuplikan kecil dari suatu nilai yang berharga.


Pandangan saya terhadap pertanyaan di atas lebih cenderung ke pendapat kedua. Pendapat pertama lebih terpengaruh oleh kaptialisme dimana semuanya dianggap ‘modal’ dan ‘milik saya’, orang lain yang ingin menjamah (membaca, memakai dan mengeksekusi kode) harus memberikan imbal balik terlebih dahulu yang tentu saja berupa ‘modal’ (materi atau uang). Anda bayar, Anda dapat.


Dalam semangat berbagi, tolong-menolong dan maju bersama, pendapat kedua adalah yang paling sesuai. Biarkanlah kode dibaca orang lain, toh ‘experience’ yang kita peroleh belum tentu dirasakan oleh orang lain tersebut.



Bukankah ilmu kita bertambah dengan berbagi ilmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar