Langsung ke konten utama

Learning English

A couple weeks ago I have taken final test for English course in level 7. On November 4, new term will begin. I haven’t seen the test result yet, but I hope I passed it. If I did, I will continue to level 8, the last level in English course.


Here, my company provides English class for its employees to enhance their English skill. This skill was very important because there were many expatriates worked for the company. Even though only a few expatriates left, the skill is still relevant. It is also needed as a requirement for employee who wants to get promoted, for example in order to get promoted as Superintendent, a candidate should have passed level 6.


This writing is an exercise for me to get used to English. Some mistakes could be made and occurred, but I think it’s a process. A process for better skill. More writings in English will appear in my blog as part of that process. So to you, reader, I beg for your help to correct any mistakes and give any suggestions. Thank you.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

camelCase

Cara penulisan identifier yang terdiri dari 2 atau lebih kata. Huruf awal suatu kata ditulis dalam huruf besar (kapital) dan huruf-huruf lainnya ditulis dalam huruf kecil. Contoh: Customer Account PrintWriter Aturan penulisan ini biasa dipakai pada bahasa pemrograman Java untuk nama Kelas dan interface .

Tutorial GWT

Bagi Anda yang membutuhkan tutorial bagaimana menggunakan GWT (Google Web Toolkit), saya menemukan beberapa link berikut yang dapat digunakan: 36 GWT Tutorials Tutorial GWT dan NetBeans

Ketika Syukur adalah Nikmat (juga)

Syukur adalah sebuah ekspresi/ungkapan positif terhadap nikmat yang diperoleh. Syukur dapat diwujudkan dalam ucapan maupun perilaku. Segala bentuk syukur menunjukkan kesadaran akan bernilainya nikmat yang diperole, yang diberikan oleh sang Khaliq. Tapi pernahkah terpikirkan betapa banyak nikmat yang belum disyukuri? Bahkan syukurpun adalah sebuah nikmat, karena tanpa pemberian-Nya, tak dapatlah syukur terwujud. Jadi, nikmat mana lagi dari Rabb-mu yang didustakan?