12 Jul 2006

Konsistensi = Motif + Kesadaran + Introspeksi

Hal yang tidak mudah dalam kehidupan sehari-hari adalah menjadikan diri ini konsisten.
Entah melakukan apapun membutuhkan konsistensi, agar tujuan yang diinginkan tercapai.
Ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk menjaga konsistensi, antara lain:

  • Motif
  • Motif atau niat adalah energi penggerak awal atau trigger kita melakukan sesuatu. Semakin besar tingkatnya semakin besar percepatan dan kecepatan kita mengerjakan. Untuk itu dalam perencanaan, buatlah atau catatlah motif yang paling kuat/tinggi. Jangan membuat motif tersebut hanya ’sekadarnya’.
    Contoh:

    Pada saat kuliah, tentukanlah motif kita belajar. Apakah untuk sekadar mengejar titel, berbakti pada orang tua, atau yang lebih tinggi lagi.
  • Kesadaran
  • Hidup kita adalah fungsi waktu, dalam perjalananya bisa saja muncul gangguan-gangguan. Demikian juga dengan sesuatu yang telah kita niatkan dalam perjalanan waktu akan mendapat gangguan. Gangguan di sini adalah bermakna negatif, yaitu menurunkan konsistensi. Sehingga kecepatan yang telah didapat pada saat awal memungkinkan jadi turun. Kesadaran adalah suatu sarana menjaga stabilitas kecepatan. Kesadaran akan motif. Kesadaran bahwa motif bukan hanya slogan atau tercatat pada awal saja.
  • Introspeksi
  • Introspeksi bermakna evaluasi diri terhadap pencapaian saat ini terhadap motif atau planning yang dinyatakan di awal perjalanan. Introspeksi berarti menghitung simpangan fungsi perjalanan hidup dengan fungsi ideal kehidupan. Tanpa introspeksi berarti mengabaikan apakah hidup ini konvergen atau divergen dengan titik tujuan akhir hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar