Langsung ke konten utama

Gaya Membaca

Membaca adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan sekaligus menguras pikiran. Ada tulisan yang menghadirkan emosi dan ada juga yang murni mengerahkan segenap power dari ‘processor’ di kepala. Membaca bisa sekedar mengaktifkan otak kanan, menyalakan otak kiri, dan juga sekaligus keduanya.


Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam membaca. Untuk membaca buku, saya tidak selalu harus menyelesaikan tuntas sebuah buku. Kadang-kadang pada saat bersamaan saya bisa membaca dua atau lebih, maksudnya tidak persis bersamaan — tepatnya timesharing. Belum selesai satu bagian dari sebua buku, saya bisa berpindah ke bagian tertentu buku lain. Ini biasanya dilakukan ketika membaca buku teks atau buku teknik.


Membaca blog, saya suka bagian komentar dari topik yang sedang diketengahkan. Semakin banyak komentar semakin sering saya kunjungi dan blog dari pengomentar akan saya kunjungi juga untuk melihat apakah dia hanya bisa berkomentar saja atau menulis topik.
Bagaimana dengan Anda?

Powered by ScribeFire.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

camelCase

Cara penulisan identifier yang terdiri dari 2 atau lebih kata. Huruf awal suatu kata ditulis dalam huruf besar (kapital) dan huruf-huruf lainnya ditulis dalam huruf kecil. Contoh: Customer Account PrintWriter Aturan penulisan ini biasa dipakai pada bahasa pemrograman Java untuk nama Kelas dan interface .

Tutorial GWT

Bagi Anda yang membutuhkan tutorial bagaimana menggunakan GWT (Google Web Toolkit), saya menemukan beberapa link berikut yang dapat digunakan: 36 GWT Tutorials Tutorial GWT dan NetBeans

Ketika Syukur adalah Nikmat (juga)

Syukur adalah sebuah ekspresi/ungkapan positif terhadap nikmat yang diperoleh. Syukur dapat diwujudkan dalam ucapan maupun perilaku. Segala bentuk syukur menunjukkan kesadaran akan bernilainya nikmat yang diperole, yang diberikan oleh sang Khaliq. Tapi pernahkah terpikirkan betapa banyak nikmat yang belum disyukuri? Bahkan syukurpun adalah sebuah nikmat, karena tanpa pemberian-Nya, tak dapatlah syukur terwujud. Jadi, nikmat mana lagi dari Rabb-mu yang didustakan?